Socio-Cultural Determinants of Childhood Stunting in an Urban Fringe Society: A Qualitative Study from Semarang, Indonesia
Keywords:
Childhood Stunting, Socio-Cultural Determinants, Parenting Practices, Urban Fringe Communities, Primary Health CareAbstract
Childhood stunting remains a persistent public health challenge in Indonesia, particularly in densely populated urban fringe communities where social and environmental vulnerabilities intersect. This study aimed to examine the socio-cultural determinants of stunting and evaluate existing intervention programs in an urban fringe community of North Semarang, Indonesia. A descriptive qualitative case study was conducted using secondary data from the 2024 Semarang City Health Profile and monthly Primary Health Care records (2024–2025), complemented by in-depth interviews with six purposively selected informants. The findings indicate that stunting prevalence (4.9%) was substantially higher than the city average (1.03%) and showed an increasing trend during the observation period. Major determinants included inadequate feeding practices, inconsistent implementation of healthy living behaviors, a gap between parental knowledge and childcare practices, recurrent childhood infections, limited parental participation, economic constraints, and persistent cultural misconceptions. The study highlights that sustainable stunting reduction requires integrated interventions addressing behavioral, socio-cultural, and health system barriers alongside nutritional support.
Abstrak
Stunting pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, khususnya pada kawasan pinggiran perkotaan dengan berbagai kerentanan sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan sosial budaya stunting serta mengevaluasi pelaksanaan program penanganannya di salah satu masyarakat pinggiran Kecamatan Semarang Utara. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif deskriptif melalui analisis data sekunder dari Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2024 dan data bulanan layanan kesehatan primer periode 2024–2025 yang dipadukan dengan wawancara mendalam terhadap enam informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting mencapai 4,9%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kota Semarang (1,03%) dan memperlihatkan tren peningkatan selama periode pengamatan. Determinan utama meliputi pola pemberian makan yang kurang tepat, rendahnya penerapan PHBS, kesenjangan antara pengetahuan dan praktik pengasuhan, penyakit infeksi berulang, rendahnya partisipasi orang tua, keterbatasan ekonomi, serta miskonsepsi budaya. Penanganan stunting memerlukan intervensi terpadu yang mengintegrasikan pendekatan perilaku, sosial budaya, dan penguatan sistem pelayanan kesehatan.
References
Aba, Matheus. “Hubungan Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Umur 24-59 Bulan.” Journal Of Midwifery 13, no. 1 (April 30, 2025): 79–86. https://doi.org/10.37676/jm.v13i1.8735.
Batubara, Heppy Jelita Sari, Sukma Febriani, Cherry Permata Putri, Hazrati, Marni Nadratul Jannah, and M Salsabil Yasjudan Noor Nasution. “Penyuluhan Pencegahan Gizi Buruk Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Pada Peserta Didik (Sekolah Dasar Negeri 101848 Desa Kuala Lau Bekeri Kecamatan Kutalimbaru).” Karya Nyata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2, no. 3 (2025): 202–8. https://doi.org/10.62951/karyanyata.v2i3.2187.
Creswell, John W, and Cheryl N Poth. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches. Sage publications, 2016.
Dhefiana, Tika, Reni Suhelmi, and Hansen Hansen. “Hubungan Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Di Kelurahan Air Hitam Kota Samarinda.” Sanitasi: Jurnal Lingkungan Kesehatan 16, no. 1 (2023): 20–28. https://doi.org/10.29238/sanitasi.v16i1.1484.
Ginting, Desni Oktavina, Zulhaida Lubis, and Etti Sudaryati. “Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun Di Kabupaten Simalungun.” MAHESA : Malahayati Health Student Journal 6, no. 4 (2024). https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i6.14569.
Hamdy, M Kholis, Helmi Rustandi, Venita Suhartini, Rinta Febrina Koto, Sekar Sari Agustin, Carla Amadea Syifa, Abuddafi Arhabi, Vanza Aulia Baskara, Fatur Refiandinova, and Ahmad Syauqi. “Peran Kader Posyandu Dalam Menurunkan Angka Stunting.” Jurnal Ilmu Sosial Indonesia 4, no. 2 (2023): 87–96. https://doi.org/10.15408/jisi.v4i2.37128.
Hara, Maria Kareri, Servasius To’o Jala Mulu, and Leni Landudjama. “Cegah Stunting Dengan Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting.” SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3, no. 1 (2024): 11–18. https://doi.org/10.55681/swarna.v3i1.1107.
Javier, F, and Sriyono. “Analisis Daya Dukung Permukiman Berbasis Building Coverage Ratio (BCR) Di Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.” Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual 11, no. 1 (2026): 130–40. https://doi.org/10.28926/briliant.v11i1.2330.
Khairunnisa, A, N Kartinah, and Rakmawati. “Pemberdayaan Wanita Desa Pasar Jati Melalui Produksi Susu F100 Untuk Peningkatan Ekonomi Dan Gizi Ibu Balita.” Jurnal Pengabdian Masyarakat 6, no. 2 (2025): 214–21.
Khoiriyah, Hikmatul, Wantonoro, and Ismarwati. “Analisis Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Balita.” Jurnal Kebidanan Indonesia 15, no. 1 (2024): 106–20. https://doi.org/10.36419/jki.v15i1.994.
Kusumawati, Erna, Setiyowati Rahardjo, and Hesti Permata Sari. “Model Pengendalian Faktor Risiko Stunting Pada Anak Bawah Tiga Tahun.” Jurnal Kesehatan Kesmas, Masyarakat 9, no. 3 (2022). https://doi.org/10.21109/kesmas.v9i3.572.
Matolisi, Elizabet, Satriyanto, and Muhammad Dwi Alimin. “Gambaran Kesehatan Masyarakat Pada Daerah Kumuh Di Kota Palembang.” Jurnal Lantera Ilmiah Kesehatan 3, no. 1 (2025). https://doi.org/10.52120/jlik.v3i1.111.
Maududi, Salahudin, Muhammad Rizki Ramadhan, Ihfania Hoirrun Nissa, Ririn Wahyu Priyanti, Aura Dian Pratiwi, Ulfa Ardita, Muhammad Nur Fuadi, Rindiyani, and Aaron Adhirajasa. “Pencegahan Stunting Melalui Upaya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Dan Sosialisasi Pola Makan Sehat Di Desa Pare Kabupaten Temanggung.” Jurnal Pengabdian Sosial 2, no. 10 (2025): 4491–97. https://doi.org/10.59837/5h00t624.
Mentari, Gadisty Bunga, and Susilawati. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Akses Pelayanan Kesehatan Di Indonesia.” Jurnal Health Sains 3, no. 6 (2022). https://doi.org/10.46799/jhs.v4i06.512.
Siregar, R H, and M Albina. “Menjelaskan Cara Menganalisis Data Dalam Penelitian Pendidikan.” Jurnal Media Akademik (JMA) 3, no. 6 (2025): 2–14. https://doi.org/10.62281.
Subayu, Abdi. “Penerapan Metode K-Means Untuk Analisis Stunting Gizi Pada Balita: Systematic Review.” Jurnal Sains, Nalar, Dan Aplikasi Teknologi Informasi 2, no. 1 (2022). https://doi.org/10.20885/snati.v2i1.18.
Sunarti, Paskalia Tri Kurniati, Rizki Amartani, and Arum Seftiani Lestari. “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Serawai.” JPKM: Jurnal Profesi Masyarakat Kesehatan 5, no. 1 (2024): 53–63. https://doi.org/10.47575/jpkm.v5i1.568.
Suryawan, Aisha Excelia, Farida Wahyu Ningtyias, and Manik Nur Hidayati. “Hubungan Pemberian Makan Pola Dan Asuh Skor Keragaman Pangan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24–59 Bulan.” Ilmu Gizi Indonesia 6, no. 1 (2022): 23–34. https://doi.org/10.35842/ilgi.v6i1.310.
Usada, Nanthyan Khampa, and Artha Prabawa. “Analisis Manajemen Pengelolaan Data Sistem Informasi Analisis Pengelolaan Data Manajemen Sistem Informasi Puskesmas Di Tingkat Dinas Kesehatan Di Kabupaten Bondowoso.” Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan 2, no. 1 (2021). https://doi.org/10.7454/bikfokes.v2i1.1020.
Vinci, Alfi Sina, Adang Bachtiar, and Isidora Galuh Parahita. “Efektivitas Edukasi Mengenai Pencegahan Stunting Kepada Kader: Systematic Literature Review.” Jurnal Endurance 7, no. 1 (2022): 66–73.
Yanti, Nova Dwi, Feni Betriana, and Imelda Rahmayunia Kartika. “Faktor Penyebab Stunting Pada Anak: Tinjauan Literatur.” REAL in Nursing Journal (RNJ) 3, no. 1 (2020): 1–10. https://doi.org/10.32883/rnj.v3i1.447.g227.
Yuniarti, Heny, and Rizkie Woro Hastuti. “Edukasi Dan Pendampingan Dalam Menurunkan Angka Kejadian Stunting Di Kota Semarang.” Community Empowerment Journal 3, no. 1 (2025): 1–7. https://doi.org/10.61251/cej.v3i1.94.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Destania Azzahra, Suci Fitriani, Tiffani Aida, Keisya Putri Nur Aqilah, Bunga Apriana Putri Jatmiko, Fajar (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format for any purpose, even commercial purposes.
- Adaptation — mixing, changing, and developing materials for any purpose, even commercial ones.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit , provide a link to the license, and indicate if changes were made . You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.



