Analysis of Misprinted in Surah Al-Kahfi Verse: A Case Study of Misprinted Mushafs and the Kementerian Agama Follow-up

(Analisis Kesalahan Pencetakan Ayat Surah Al-Kahfi: Studi Kasus Mushaf Salah Cetak dan Tindak Lanjut Kementerian Agama)

Authors

  • Muhammad Raihannur Universitas Islam Negeri Palangka Raya Author

DOI:

https://doi.org/10.20625/theosyn.v1i2.041

Keywords:

LPMQ, Misprinted, MSI, Mushaf, Numbering

Abstract

This article examines in depth the misprinted Qur’anic mushaf case involving verse 8 of Surah Al-Kahf in Indonesia within the framework of the Indonesian Standard Mushaf and the state-run pentashihan system. Using library research and qualitative content analysis, the study draws on the Indonesian Standard Mushaf (MSI), official press releases of the Ministry of Religious Affairs and LPMQ, as well as online news reports from DetikNews and SINDOnews that document four viral waves of a case originating from the same mushaf. The findings show that errors in wording and verse numbering stem from a combination of technical negligence in manuscript preparation and digital layout, weak internal proofreading at the publisher level, and non-compliance with official pentashihan procedures. The case has theological, pedagogical, and social implications, disrupting public trust and potentially confusing Qur’anic education practices. The study recommends stronger mushaf governance, closer print digital synchronization, and improved public religious literacy regarding circulating mushaf.

Bahasa Indonesia

Penelitian ini mengkaji secara mendalam kasus salah cetak mushaf pada ayat 8 Surah Al-Kahfi di Indonesia dalam kerangka Mushaf Standar Indonesia dan sistem pentashihan negara. Dengan metode library research dan analisis isi kualitatif, data dihimpun dari Mushaf Standar Indonesia (MSI), siaran pers Kementerian Agama dan LPMQ, serta pemberitaan media daring DetikNews dan SINDOnews yang merekam empat gelombang viral kasus yang sejatinya bersumber dari satu mushaf yang sama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesalahan lafal dan penomoran ayat berakar pada kombinasi kelalaian teknis dalam penyiapan naskah dan layout digital, lemahnya proofreading internal penerbit, serta ketidakpatuhan terhadap prosedur pentashihan resmi. Dampak kasus ini meluas pada aspek teologis, pedagogis, dan sosial, mulai dari terganggunya kepercayaan publik hingga potensi kebingungan dalam praktik pendidikan Al-Qur’an di berbagai lembaga. Penelitian ini merekomendasikan penguatan tata kelola pentashihan, sinergi mushaf cetak digital, dan literasi keagamaan masyarakat dalam menyikapi peredaran mushaf secara kritis dan bertanggung jawab di Indonesia saat ini secara menyeluruh.

References

Akbar, Ali. “Pencetakan Mushaf Al-Qur’an di Indonesia.” Suhuf 4, no. 2 (2011): 271–287.

Badruzzaman, As’ad. “Pentashihan Mushaf Al-Qur’an di Indonesia: Prosedur dan Tantangannya.” Jurnal Studi Al-Qur’an 16, no. 2 (2020).

Basri, A. “Standarisasi Mushaf Al-Qur’an di Indonesia: Kajian terhadap Mushaf Standar Indonesia.” Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 5, no. 1 (2019).

Hanafi, Muchlis M., dkk. “Evaluasi Kepatuhan Penerbit terhadap Mekanisme Penerbitan, Pentashihan, dan Peredaran Mushaf Al-Qur’an di Indonesia.” Suhuf 14, no. 2 (2021): 245–263.

Hasan, Moh. Abdul Kholiq, dan Hikmatul Jazila Daroini. “Tanda Tashih dan Industrialisasi Mushaf Al-Qur’an.” Profetika: Jurnal Studi Islam 21, no. 2 (2020): 260–270.

Hidayat, Taufik. “Kesalahan Cetak Mushaf Al-Qur’an dan Implikasi Hukumnya.” Jurnal Ulul Albab 20, no. 2 (2020).

Kementerian Agama RI. “Empat Kali Beredar Ulang Foto Salah Cetak Al-Kahfi: 8, Ini Penjelasan Kemenag.” Siaran Pers Kementerian Agama, 13 Agustus 2023, https://share.google/0BC4HlUSh0MbYITEy

Kusnawan, A. “Kesalahan Teknis dalam Penerbitan Mushaf Al-Qur’an Digital.” Jurnal Suhuf 12, no. 1 (2019).

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. “Layanan Terintegrasi LPMQ dan Pengaduan Kesalahan Cetak Mushaf Al-Qur’an.” LPMQ Kemenag, 2021–2024.

Madzkur, Zainal Arifin. “Pentashihan dan Para Pentashih Mushaf Al-Qur’an di Indonesia 1957–2020.” Suhuf 13, no. 1 (2020).

Magfiroh, Baiti Abir, and Zainal Muttaqin. “Aspek Kodikologi Dan Tekstologi Manuskrip Nusantara: Studi Kasus Mushaf Al-Qur’an Mbah Ismail.” Canonia Religia 2, no. 1 (August 26, 2024): 109–26. https://doi.org/10.30762/cr.v2i1.2826.

Maisya, Anisa. “Pentashihan Al-Qur’an Digital di Indonesia: Peran Legitimasi dan Otoritas LPMQ.” Al-A’raf: Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat 18, no. 1 (2021): 25–42. https://doi.org/10.22515/ajipp.v2i1.3725.

Marki, Jamaluddin M., dan Said Aqil Husein Almunawwar. “Kajian Komparatif Pemeliharaan Mushaf Al-Qur’an: Praktik Pencetakan Mushaf di Indonesia dan Arab Saudi.” Blantika: Jurnal Ilmiah 2, no. 12 (2024): 1483–1496.

Martono, Nanang. Metode Penelitian Kuantitatif: Analisis Isi Dan Analisis Data Sekunder (Sampel Halaman Gratis). RajaGrafindo Persada, 2010.

Mubarok, Abdul Malik. “Heboh Al-Qur’an Salah Cetak Surat Al-Kahfi, https://share.google/jjHtEs2szamnSzcn3.” SINDOnews Nasional, 6 Oktober 2022

Muslih, Muslih. “Kesalahan Teknis dalam Penerbitan Mushaf dan Upaya Pentashihannya.” Jurnal Suhuf 12, no. 1 (2019).

Saleh, Fauzi, and Ulil Azmi. “Rasm Manuskrip Mushaf Al-Qur’an: Kajian Terhadap Naskah Koleksi Pedir Museum Aceh Nomor 278/16.” TAFSE: Journal of Qur’anic Studies 8, no. 1 (June 30, 2023): 1. https://doi.org/10.22373/tafse.v8i1.17986.

Sukamto, Sri. “Sejarah Perkembangan Penulisan Al-Qur’an Dan Tafsir Di Indonesia.” AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam Dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) 5, no. 01 (2024): 1341–53

Tim detikcom. https://share.google/6vZWBlrxVXTZoXSdo “3 Fakta Viral Salah Cetak Al-Qur’an: Diadukan Mahfud, Dijelaskan Kemenag.” DetikNews, 14 Agustus 2023

Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2008.

Published

2025-12-14

Issue

Section

Articles

How to Cite

Muhammad Raihannur. 2025. “Analysis of Misprinted in Surah Al-Kahfi Verse: A Case Study of Misprinted Mushafs and the Kementerian Agama Follow-Up: (Analisis Kesalahan Pencetakan Ayat Surah Al-Kahfi: Studi Kasus Mushaf Salah Cetak Dan Tindak Lanjut Kementerian Agama)”. Theosinesis: Journal of Integrative Understanding and Ethical Praxis 1 (2): 41-50. https://doi.org/10.20625/theosyn.v1i2.041.