The Qur’an and Arab Cultural Transformation: A Dialectical Study on Women in Pre-Islamic Society

(Al-Qur'an dan Transformasi Budaya Arab: Studi Dialektis tentang Peran Perempuan dalam Masyarakat Pra-Islam)

Authors

  • Taufiqurrahman Saleh Universitas Islam Negeri Walisongo Author
  • Alfian Syahdi Ghonibala Universitas Islam Negeri Walisongo Author
  • Agus Imam Kharomen Universitas Islam Negeri Walisongo Author

DOI:

https://doi.org/10.20625/theosyn.v1i4.013

Keywords:

Culture, Pre-Islamic Arabia, Qur’anic Dialectic, Tradition, Women

Abstract

The Qur’an was revealed in a social context heavily influenced by patriarchal traditions and gender inequality. This research explores how divine revelation responded to these traditions thru three main approaches: abrogation (tahrīm), alteration (taghyīr), and preservation (tahmīl). Thru a historical approach and textual analysis of key verses such as Surah An-Nisa: 3, Surah An-Nahl: 58-59, and Surah Al-Baqarah: 228, it was found that the Qur’an gradually abolished practices such as female infanticide, modified traditions of polygamy and inheritance, and perfected cultural values that align with the principles of monotheism and justice. This finding confirms that the Qur’an is not only a normative text, but also an agent of social transformation that interacts critically with culture. This research contributes to a more contextual understanding of the relationship between sacred texts and culture, and opens up space for comparative studies on women and culture outside the Arab world.

Bahasa Indonesia
Al-Qur’an diturunkan dalam kondisi sosial yang kental dengan tradisi patriarkal dan ketimpangan gender. Penelitian ini menelusuri bagaimana wahyu ilahi merespons tradisi-tradisi tersebut melalui tiga pendekatan utama: penghapusan (tahrīm), perubahan (taghyīr), dan pelestarian (tahmīl). Dengan pendekatan historis dan analisis tekstual terhadap ayat-ayat kunci seperti Surah An-Nisa: 3, Surah An-Nahl: 58-59, dan Surah Al-Baqarah: 228, ditemukan bahwa Al-Qur’an secara bertahap menghapus praktik seperti penguburan bayi perempuan, memodifikasi tradisi poligami dan waris, serta menyempurnakan nilai-nilai budaya yang sesuai dengan prinsip tauhid dan keadilan. Temuan ini menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan hanya teks normatif, tetapi juga agen transformasi sosial yang berinteraksi kritis dengan budaya. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih kontekstual terhadap relasi teks suci dan budaya, serta membuka ruang untuk studi komparatif dalam isu perempuan dan budaya di luar Arab.

References

Aflah, and Ahmad Hafid Safrudin. “Analisis Hukum Islam Tentang Tabarruj Pengantin Wanita Di Pesta Pernikahan Di Desa Bukaan Keling Kepung Kediri).” El-Faqih : Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam 7, no. 1 SE-Articles (April 30, 2021): 141–66. https://doi.org/10.29062/faqih.v7i1.276.

Fahimah, Siti. “Al-Quran Dan Semantik Toshihiko Izutsu.” Jurnal Al-Fanar 3, no. 2 (2020): 113–32. https://doi.org/10.33511/alfanar.v3n2.113-132.

Faizah, Isniyatin, Febiyanti Utami Parera, and Silvana Kamelya. “Bagian Ahli Waris Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Kajian Hukum Islam.” The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law 2, no. 2 (December 28, 2021): 152–69. https://doi.org/10.51675/jaksya.v2i2.166.

Ibnu Ali, Moh. Soheh, and Mujiburrohman. “Dialektika Islam Dan Budaya Dalam Pendekatan Teologis-Historis Dan Filosofis.” Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman 11, no. 1 SE-Articles (June 2023): 79–98. https://doi.org/10.52185/kariman.v11i1.275.

Iswahyudi, Zennanta Agustia, Muhammad Rohman Rifai, and Rinda Puspita Purnamasari Ayu. “Contextualizing the Qur’an on Contemporary LGBT Issues: Applying Fazlur Rahman’s Double-Movement Hermeneutic.” DAQIYAH: Dirasat Qur’aniyyah Wa Hadithiyyah 1, no. 1 (2026): 1–20. https://doi.org/14804/daqiyah.v1i1.036.

Jaya, Septi Aji Fitra. “Al-Qur’an Dan Hadis Sebagai Sumber Hukum Islam.” Jurnal Indo-Islamika 9, no. 2 (2020): 204–16. https://doi.org/10.15408/idi.v9i2.17542.

Junaedi, Asep Mahbub, and Wasman. “PELANGGARAN HUKUM DALAM KELUARGA ISLAM: KAJIAN TENTANG ZHIHAR, ILA’, DAN LI’AN.” MUSHAF JOURNAL : Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis 4, no. 1 (2024): 1–14.

Magdalena, R. “Kedudukan Perempuan Dalam Perjalanan Sejarah (Studi Tentang Kedudukan Perempuan Dalam Masyarakat Islam).” Harkat An-Nisa: Jurnal Studi Gender Dan Anak 2, no. 1 (2017): h. 22 26-27.

Mansur, Syafi’in. “Berjilbab Dalam Tiga Tradisi Agama Samawi.” ALQALAM 24, no. 1 (April 30, 2007): 109. https://doi.org/10.32678/alqalam.v24i1.1658.

Muzakki, Akhmad. “Dialektika Gaya Bahasa Al-Qur’ân Dan Budaya Arab Pra-Islam: Sebuah Kajian Sosiologi Bahasa.” ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman 2, no. 1 (January 22, 2014): 55. https://doi.org/10.15642/islamica.2007.2.1.55-70.

Naldi, Danu Resfi, Hafizul Mahfuzh, Zairil Hamit, and Ilhamuddin Arrasyid. “Sejarah Bangsa Arab Pra Islam.” Historia Madania 7, no. 2 (2023): 265–81. https://doi.org/10.15575/hm.v7i2.30915.

Pamungkas, Jati. “Bentuk Pernikahan Arab Quraisy Pada Masa Jahiliyah Dan Perubahan Bentuk Pernikahan Di Masa Awal Islam.” Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam 31, no. 2 (2022): 205–28. https://doi.org/10.30762/empirisma.v31i2.255.

Putra, D I Ansusa. “Sajak Al-Qur’an: Potret Dialektika Al-Qur’an Dan Budaya Verbal Arab Pra-Islam.” UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011.

Ridwan, Andi, Saude, and Rusdin. “Konsep Zhihar Dalam Pandangan Hukum Islam.” Kiiies 1, no. 0 (2022): 323–324.

Shiddiq, Muhammad Jafar. “SEJARAH TRADISI BUDAYA POLIGAMI DI DUNIA ARAB PRA ISLAM (PERSPEKTIF TRADISI COOMANS MIKHAIL).” Titian: Jurnal Ilmu Humaniora 7, no. 1 (June 5, 2023): 1–10. https://doi.org/10.22437/titian.v7i1.23588.

Sodiqin, Ali. Antropologi Al-Qur’an Model Dialektika Wahyu & Budaya. Edited by Abdul Qodir Shaleh. Ke-2. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA, 2020.

———. “REFORMASI AL-QUR’AN DALAM HUKUM PERCERAIAN: Kajian Antropologi Hukum Islam.” Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum 2, no. 2 (December 1, 2014): 259–84. https://doi.org/10.14421/al-mazaahib.v2i2.1369.

Tajul Iflah, and Raihan Putri. “IDDAH BAGI PEREMPUAN PASCA PERCERAIAN DALAM AL-QUR’AN(Kandungan Surah Al-Baqarah Ayat 228 Tentang Masa Iddah Bagi Perempuan).” Jurnal Syariah Dan Ekonomi Islam 2, no. 1 (June 18, 2024): 1–17. https://doi.org/10.71025/qz0yce26.

Tarigan, Mardinal, Ayu Lestari, Khaiyirah Rahmadhani Lubis, Mita Fitria, Universitas Islam Negeri, Sumatera Utara, Jl William, et al. “Peradaban Islam: Peradaban Arab Pra Islam.” Journal on Education 05, no. 04 (2023): 12821–32.

Thaib, Zamakhsyari Bin Hasballah. Adat Kebiasaan Bangsa Arab Dalam Pembahasan Al-Qur’an. Edited by Aulia Akbar. UNDHAR PRESS, 2020.

Thirafi, Fauhan, and Muhammad Rizki Firmansyah. “Studi Komparatif Tentang Nikah Syighar.” Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial Dan Humaniora 2, no. 1 SE-Articles (December 24, 2024): 237–43. https://doi.org/10.62383/humif.v2i1.1139.

Downloads

Published

2025-12-23

How to Cite

Taufiqurrahman Saleh, Alfian Syahdi Ghonibala, and Agus Imam Kharomen. 2025. “The Qur’an and Arab Cultural Transformation: A Dialectical Study on Women in Pre-Islamic Society: (Al-Qur’an Dan Transformasi Budaya Arab: Studi Dialektis Tentang Peran Perempuan Dalam Masyarakat Pra-Islam)”. Theosinesis: Journal of Integrative Understanding and Ethical Praxis 1 (4): 16-40. https://doi.org/10.20625/theosyn.v1i4.013.