Reconstructing the Constitutive Communication Paradigm in Building a Digital Work Culture at SMK Nurul Islami Semarang
Keywords:
Constitutive Communication, Digital Work Culture, Communication as Constitutive of Organizations (CCO), Vocational Education, Digital TransformationAbstract
Digital transformation in educational institutions is often approached as a technological issue, while its communicative and organizational dimensions remain underexplored. This study examines how constitutive communication shapes the development of digital work culture at SMK Nurul Islami Semarang through the perspective of Communication as Constitutive of Organizations (CCO). Employing a qualitative case study design, data were collected through interviews, observations, and document analysis involving school leaders, teachers, and administrative staff. The findings reveal that digital work culture is constructed through continuous communicative interactions that facilitate meaning-making, coordination, and organizational adaptation. The study identifies several communication challenges, including information overload, generational differences in technology use, and fragmented inter-unit coordination. To address these challenges, the school developed participatory communication practices, strengthened cross-functional interactions, and promoted collaborative digital platforms. The study contributes to the CCO literature by demonstrating how communication constitutes organizational reality and supports digital transformation within vocational education settings.
Abstrak
Transformasi digital di lembaga pendidikan sering dipahami sebagai persoalan teknologi, sementara dimensi komunikatif dan organisasionalnya masih kurang mendapat perhatian. Penelitian ini mengkaji bagaimana komunikasi konstitutif membentuk budaya kerja digital di SMK Nurul Islami Semarang melalui perspektif Communication as Constitutive of Organizations (CCO). Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan pimpinan sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja digital dibangun melalui interaksi komunikasi yang berlangsung secara berkelanjutan dalam proses pembentukan makna, koordinasi, dan adaptasi organisasi. Penelitian juga menemukan berbagai tantangan komunikasi, meliputi kelebihan informasi, perbedaan generasi dalam penggunaan teknologi, serta lemahnya koordinasi antarunit. Untuk mengatasi tantangan tersebut, sekolah mengembangkan praktik komunikasi partisipatif, memperkuat interaksi lintas fungsi, dan mendorong penggunaan platform digital kolaboratif. Studi ini berkontribusi pada pengembangan literatur CCO dengan menunjukkan bahwa komunikasi berperan sebagai unsur konstitutif dalam membentuk realitas organisasi dan mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan vokasi.
References
Agus, M., & Rahman, A. (2022). Manajemen komunikasi organisasi di era digital. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Effendy, O. U. (2017). Ilmu komunikasi: Teori dan praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fauzi, A. R. (2023). Dinamika komunikasi internal dalam meningkatkan produktivitas kerja. Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi, 11(2), 145-158.
Handoko, T. S. (2021). Teori organisasi: Struktur dan proses. Yogyakarta: BPFE.
Hardjana, A. (2021). Komunikasi organisasi: Strategi pengelolaan informasi. Jakarta: Buku Kompas.
Kurniawan, R. (2021). Strategi komunikasi eksternal dalam membangun reputasi lembaga. Jurnal Komunikasi Global, 10(1), 40-55.
Muhammad, A. (2021). Komunikasi organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Pace, R. W., & Faules, D. F. (2018). Komunikasi organisasi: Strategi meningkatkan kinerja perusahaan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Prastowo, F. A. (2022). Transformasi fungsi komunikasi organisasi di era transformasi digital. Jurnal Komunikasi Profesional, 6(2), 130-145.
Prasetyo, B., & Utami, S. (2022). Analisis arus komunikasi upward dalam pengambilan keputusan manajerial. Jurnal Manajemen Komunikasi, 6(2), 180-195.
Pratama, R., & Sari, N. (2024). Komunikasi konstitutif: Pendekatan baru dalam memahami budaya organisasi. Jurnal Komunikasi Ilmiah, 19(1), 22-37.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational behavior. Jakarta: Salemba Empat.
Romli, K. (2020). Komunikasi organisasi lengkap. Jakarta: Grasindo.
Salsabilla, IS, Qudsy, WHQ, & Hakim, AJF (2026). Rekonstruksi Ontologi dan Epistemologi Wahyu dalam Al-Qur’an Integrasi Teologi, Interpretasi, dan Implementasi Sosial dalam Perspektif Kontemporer. EDU-RELIGIA: Jurnal Keagamaan dan Pembelajarannya , 9 (1).
Sutrisno, E. (2019). Budaya organisasi. Jakarta: Prenada Media Group.
Wahyudi, A., & Saputra, R. (2023). Efektivitas fungsi regulatif dan persuasif dalam meningkatkan kinerja pegawai. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 14(1), 22-35.
Wardhani, A. K. (2021). Dinamika komunikasi organisasi di era disrupsi. Malang: Literasi Nusantara.
Zaman, SA, & Salsabilla, IS (2026). Konsep Filsafat Kesatuan Ilmu Pengetahuan dalam Visi Universitas Islam Negeri: Konsep Falsafah Kesatuan Ilmu Dalam Visi Universitas Islam Negeri. PEDIA: Jurnal Pendidikan dan Inovasi , 1 (1), 26-39.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 M. Thoriq Aziz, Ruswan, Fatah Syukur (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format for any purpose, even commercial purposes.
- Adaptation — mixing, changing, and developing materials for any purpose, even commercial ones.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit , provide a link to the license, and indicate if changes were made . You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.



